Kepekaan Adalah Kunci Perubahan Bersua mahasiswa yang kesulitan menentukan judul penelitian bukan karena kehabisan masalah, tapi karena kehilangan kepekaan. Hidup mereka cukup, aman, dan terlepas dari realitas yang getir. Kemiskinan, ketimpangan, atau ketidakadilan tak terasa sebagai luka, karena tidak pernah benar-benar disentuh. Seperti kata Martha Nussbaum (2010), pendidikan tanpa empati hanya akan mencetak teknokrat tanpa nurani. Ketika mahasiswa tidak merasa terganggu oleh ketimpangan di sekitarnya, berpikir kritis pun kehilangan arah: ia jadi rutinitas akademik, bukan alat perubahan. Yang lebih menyedihkan, kampus justru sering ikut melumpuhkan kepekaan itu. Mahasiswa diajak menghafal teori sosial, tapi tidak pernah diajak menyapa dunia nyata. Paulo Freire (1970) menyebut ini sebagai culture of silence, ketika sistem pendidikan meninabobokan nalar & menghapus kegelisahan. Mahasiswa sibuk menyusun proposal, tapi jarang bertemu warga yang menjadi subjek penderitaan. ...