Membaca Ulang Kontribusi Perempuan dalam Arus Perubahan Perdebatan tentang peran dan kontribusi perempuan dalam Islam kerap terjebak pada satu kesalahan mendasar: kegagalan membedakan antara ketetapan Ilahi dan konteks historis manusia . Akibatnya, batas yang seharusnya fleksibel menjadi kaku, dan prinsip yang seharusnya menjadi kompas justru berubah menjadi tembok pembatas. Dalam ruang inilah, kontribusi perempuan sering kali direduksi bukan oleh teks suci, melainkan oleh cara membacanya. Islam hadir bukan di ruang hampa. Al-Qur’an turun dalam realitas sosial tertentu dengan struktur patriarkal yang kuat. Namun penting dicatat, wahyu tidak datang untuk mengabadikan struktur tersebut, melainkan untuk mengintervensinya secara bertahap . Ketika konteks sosial itu kemudian diperlakukan sebagai ketetapan final, maka yang terjadi adalah pembekuan pesan moral Islam ke dalam bentuk-bentuk sosial yang sesungguhnya bersifat sementara. Di sinilah letak persoalan epistemologisnya. Banya...